Mengenal Seluk Beluk Rehabilitasi di Ponpes Nurul Firdaus


Rehabilitasi di Ponpes Nurul Firdaus  terletak di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Di tempat itu menerima orang-orang yang mengalami kecanduan game online untuk direhab. Perkembangan teknologi saat ini memang mudah menimbulkan gangguan, terutama jika menggunakan game online secara berlebihan. Untuk itulah pondok pesantren ini didirikan, dan sampai sekarang ada banyak santri yang mondok di sana berasal dari berbagai daerah. Kecanduan game online merupakan fenomena yang saat ini banyak dialami terutama oleh kaum laki-laki. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini akan dijelaskan mengenai Ponpes Nurul Firdaus.

Awal Mula Berdiri dan Metode Rehabilitasi di Ponpes Nurul Firdaus
Pada mulanya berdiri tempat rehabilitasi untuk mereka yang kecanduan game online di Cina. Dan dari situlah mulai bermunculan tempat-tempat rehabilitasi lain di beberapa negara besar dan berkembang. Kecanduan game online dapat menimbulkan perilaku yang cenderung negatif. Dan efeknya pun hampir sama dengan kecanduan obat-obatan terlarang. Maka dari itu, merasa prihatin dengan kondisi tersebut, Dr. Gumilar. S.Pd., MM. pun lalu menyediakan tempat Rehabilitasi di Ponpes Nurul Firdaus.

Dr. Gumilar. S.Pd., MM sebagai pengasuh pondok pesantren lah yang membuat berbagai program dan metode untuk merehabilitasi para pecandu di sana. Tak hanya rehabilitasi kecanduan game, namun juga ada kecanduan narkotika, remaja nakal, maupun yang mengalami gangguan jiwa.

Nama Nurul Firdaus sendiri berasal dari bahasa Arab yang artinya Cahaya Surga Firdaus. Nama adalah harapan, sebagaimana mana nama Nurul Firdaus dibuat, diharapkan tempat ini menjadi tempat yang secara konsisten menangani para remaja untuk kembali kepada mental yang sehat. Tentu saja mereka menggunakan cara-cara yang baik, seperti mengamalkan Al-Quran, Al-Hadist, dan Al-Sunnah.

Remaja yang mengalami kecanduan game online biasanya akan bermain game dalam waktu yang tidak normal. Mereka bisa bermain game selama 8-10 jam sehari, atau paling lambat 30 jam dalam seminggu. Mereka yang sudah kacanduan game online prevalensinya rata-rata berjenis kelamin laki-laki dengan rentang usia 12-20 tahun.

Kasus mengenai kecanduan game online ini banyak banyak sekali terjadi di Asia, terutama Cina dan Korea Selatan. Dan biasanya yang rentan mengalami kecanduan adalah mereka yang tinggal di kota. Di mana di sana lebih banyak akses terhadap internet dibanding di desa. Dan beberapa penelitian juga telah menunjukkan bahwa ada kecanduan game online dapat merusak otak.

Sudah ada banyak remaja yang mendapat perawatan di ponpes tersebut. Dan setelah dibuka tempat rehabilitasi kecanduan game online di sana, kini banyak pecandu game online yang sudah dapat hidup normal seperti biasa. Di tempat rehabilitasi, para snatri yang kecanduan game online mendapatkan layanan psikoterapi. Mereka juga diberikan pengobatan farmakoterapi untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan dari kecanduan. Terdapat beberapa jenis terapi yang digunakan di sana, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Cognitive Behavior Therapy
Orang-orang yang sudah mengalami kecanduan, akan memiliki kecenderungan berpikir yang salah dan negatif. Maka dari itu CBT digunakan untuk melakukan terapi terhadap mereka-mereka yang memiliki pola pikir tidak tepat. Sehingga mereka dapat diarahkan untuk berpikir lebih produktif dan positif.

2. Motivational Interview
Biasanya terapi ini dilakukan untuk pasien atau santri-santri yang memang sudah dewasa. Karena dalam terapi ini akan membutuhkan pengambilan keputusan dari pasien, sehingga mereka yang sudah dewasa dianggap mampu untuk memberikan keputusan yang bertanggung jawab.

3. Terapi perilaku
Rehabilitasi di Ponpes Nurul Firdaus ini juga memberikan terapi perilaku. Terapi ini melibatkan modifikasi khusus pada lingkungan para santri dengan tujuan mengurangi motivasi para santri dalam bermain game. Sehingga mereka yang sudah mengalami kecanduan dapat mengerem atau menahan ketergantungannya. Metode ini selain bisa dilakukan di tempat rehabilitasi juga dapat dilakukan di rumah dengan bimbingan orangtua. Namun jika setelah diberi terapi pecandu masih belum pulih, maka akan dibawa kembali ke tempat rehabilitasi.

Nah, itulah tadi beberapa metode yang digunakan dalam Rehabilitasi di Ponpes Nurul Firdaus. Apabila Anda mendapati keluarga atau saudara yang mengalami hal serupa, maka ada baiknya Anda segera menolongnya dan mencoba datang ke pesantren tersebut. Agar mereka yang kecaduan dapat segera pulih dari kecanduannya.

Post a Comment

0 Comments