3 Risiko Alergi Susu pada Anak yang Harus Anda Waspadai


Apakah Anda sendiri tahu dan bisa mengenali alergi pada anak? Gejala alergi pada anak-anak memang harus ditangani sejak dini. Selain alergi udara seperti dingin, anak-anak juga bisa mengalami alergi pada beberapa jenis makanan salah satunya protein susu sapi. Oleh karena itu jika anak mengalami alergi pada susu, maka Anda harus bisa menanganinya dengan cepat.

Sebagai informasi tambahan, bersumber dari Cek Alergi, para orang tua jangan langsung memberi anak susu sapi secara terus menerus. Pada pemberian pertama kali, cobalah lihat reaksi yang terjadi pada tubuh anak. Jika muncul beberapa gejala alergi, maka Anda harus langsung menghentikan konsumsi susu sapi pada anak dan menggantinya dengan jenis yang lain seperti susu kedelai.

Ciri-Ciri Alergi Susu Pada Anak
Alergi memang mudah dikenali dari gejala-gejala yang ditimbulkannya. Gejala yang ditunjukkan dapat dimulai dari gejala yang ringan hingga berat. Beberapa ciri-ciri alergi protein susu antara lain gangguan saluran cerna seperti konstipasi, diare, dan juga feses yang berdarah. Daerah kulit juga biasanya menunjukkan gejala alergi seperti bruntusan, kulit kemerahan, hingga gatal di seluruh tubuh.

Bahkan pada beberapa ciri-ciri alergi berat, anak bisa mengalami gangguan pernafasan seperti batuk, asma, dan nafas berbunyi.

Berbagai Jenis Risiko Alergi Susu
Ketika anak sudah menunjukkan gejala alergi setelah mengkonsumsi susu sapi, maka Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter. Walaupun terdengar sepele, jika tanpa penanganan yang tepat alergi protein susu sapi ini bisa berkembang dan menimbulkan berbagai macam risiko yang sangat membahayakan. Beberapa diantaranya yaitu:

1. Berkembang Menjadi Bentuk Alergi Lain
Jangan dikira bahwa alergi susu sapi hanya ada pada masa anak-anak saja. Jika tidak ditangani dengan cepat, maka anak bisa mendapatkan risiko yang lebih tinggi. Salah satunya yaitu perkembangan alergi menjadi bentuk alergi yang lain seperti alergi telur, ikan, dan lain-lain.

Oleh karena itu, jika tidak ingin risiko tersebut terjadi pada anak, segera hubungi dokter agar anak bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

2. Tumbuh Kembang Anak Menjadi Terhambat
Risiko lain yang bisa terjadi dari alergi susu yang tidak tertangani dengan baik adalah penyerapan nutrisi yang kurang maksimal. Hal ini dikarenakan pencernaan anak sudah terganggu oleh protein susu sapi yang masuk kedalam tubuh.

Jika tidak langsung ditangani, maka pencernaan anak tidak bisa berfungsi maksimal sehingga penyerapan nutrisi tidak berjalan baik. Risiko akhirnya, tumbuh kembang anak menjadi terhambat. Hal ini tentu sangat berbahaya mengingat usia anak-anak merupakan usia proses tumbuh kembang dan belajar berapa pada tahap maksimal.

3. Pencernaan Menjadi Terganggu
Alergi susu terjadi karena pencernaan anak tidak bisa menyerap dan memecah protein yang terdapat di dalam susu sapi. Jika dibiarkan terus menerus tanpa penanganan dari dokter tentu pencernaan anak bisa terganggu. Akibatnya berbagai nutrisi baik makanan maupun minuman yang diberikan kepada anak tidak bisa terserap dengan baik.

Risiko dari alergi susu memang tidak bisa dianggap sepele, namun Anda jangan khawatir. Jika anak terindikasi memiliki alergi terhadap protein susu sapi, Anda bisa menggantinya dengan susu jenis lain yang lebih aman seperti susu kedelai, sehingga asupan protein dalam tubuh anak tetap terpenuhi.
Jika kesulitan menemukan susu formula kedelai, maka Morinaga Chil Kid soya Moricare Prodiges+ bisa menjadi pilihannya. Dengan tambahan AA dan DHA, perkembangan tubuh, daya tahan dapat terjaga. Kandungan  juga mampu memaksimalkan daya belajar anak, sehingga anak tetap bisa tumbuh dan berkembang secara optimal seperti anak-anak lain walaupun memiliki alergi terhadap protein susu sapi.

Post a Comment

0 Comments